Pernah merasa berada pada titik terendah hidup kamu? Merasa tidak berguna dan penuh tanda tanya, untuk apa sebenarnya saya hidup di dunia ini? Apa tidak sebaiknya saya mati saja daripada saya hanya sekedar menjadi sampah?*agak lebay sepertinya. Saya pernah, dan saya kira cukup sering saya merasakan momen seperti itu.
Saya ingat waktu saya kelas tiga SMA dulu, mungkin sekitar tiga tahun yang lalu. Saat itu saya dipusingkan dengan sebuah pertanyaan yang sebenarnya sederhana tapi sulit untuk saya jawab, mau kemana saya setelah lulus SMA nanti? Iya kalau lulus, kalau tidak? Mau jadi apa saya? Saya tidak pintar, saya tidak cemerlang. Apa yang saya punya untuk saya persembahkan kepada kedua orangtua saya?
Adalah saat pengumuman UM UGM tiba. Saya sedang berada di rumah saat itu*saya SMA di Jogja, ngekost, dan rumah saya di Wonosobo. Saya yang saat itu sudah tahu bahwa saya tidak lulus UM pada program studi yang saya incar malas untuk memberitahukan ketidaklulusan saya itu kepada ibu dan bapak. Saya takut. Dan yang sebenarnya saya takutkan saat itu adalah reaksi ibu dan bapak. Bapak, saya tahu saya masih punya cukup kekuatan untuk sekedar menjelaskan kenapa dan kenapanya saya tidak lulus. Dengan sedikit penjelasan, bapak adalah orang yang cukup mengerti bahwa pada saat itu saya hanya butuh dukungan dan butuh untuk dibesarkan hatinya, bukan ditekan dengan berbagai pertanyaan kenapa dan kenapa. Tapi ibu? Selama ini, menurut saya, ibu adalah orang yang selalu menuntut kesempurnaan. Saya mengerti bahwa semua yang ibu lakukan dan ibu katakan adalah untuk kebaikan anak-anaknya. Saya mengerti dan saya paham sekali hal itu. Tapi ibu saya ini, selalu punya caranya sendiri untuk mengekspresikan perasaannya, entah itu sayang, sedih, ataupun kecewa. Dan saya sering merasa tidak terlalu cocok dengan cara ibu itu. Yang saya takutkan saat itu, benar terjadi. Saya bisa mengerti kenapa ibu kecewa dengan kegagalan saya saat itu. Saya sedih dan tertekan melihat ibu kecewa. Seberapapun kecewanya saya atas kegagalan saya itu, saya tahu ibu jauh lebih kecewa. Kecewa ibu hanya karena ibu khawatir dengan masa depan saya. Yang saya tidak bisa mengerti adalah kenapa harus ada kalimat, “Kakak kamu aja dulu bisa kenapa kamu sekarang gak bisa?”. Saya sedih. Saya tertekan. Pertama, saya bukan kakak saya. Kedua, saya tidak suka dibanding-bandingkan. Ketiga, saya hanya butuh dukungan saat itu. Saya tidak mengerti bagaimana saya harus menjawab pertanyaan ibu saya. Kenapa dan kenapa. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah saya harus secepatnya ada di Jogja, berada sejauh-jauhnya dari ibu saya saat itu. Bukan karena marah, bukan karena benci. Saya mencintai ibu saya lebih dari apapun. Saya hanya tidak sanggup melihat ibu saya kecewa. Itu saja.
Kembali ke Jogja dengan harapan saya bisa menenangkan diri dari kekalutan saya, dari bayangan kekecewaan di wajah ibu. Tapi saya lupa bahwa saya adalah orang yang terlalu lama memendam rasa. Tidak semudah itu hati saya kembali biasa. Nyatanya, tiga hari tiga malam saya benar-benar mengurung diri di kamar. Meratapi nasib saya yang tidak lulus UM UGM. Meratapi diri saya yang tidak henti-hentinya membuat ibu dan bapak sedih dan kecewa. Bingung akan bagaimana saya nanti kalau tidak diterima di perguruan tinggi negeri. Saya mungkin tidak masalah dimanapun saya akan kuliah nanti. Tapi bagaimana dengan orangtua saya? Apa mereka tidak akan malu punya anak dengan prestasi gagal luar biasa seperti saya? Bagaimana juga dengan kakak-kakak saya yang cemerlang? Tidak akan malukah mereka punya adik gagal seperti saya? Meratap dan meratap seperti itu membuat saya makin larut dalam keterpurukan saya. Saya benar-benar seperti burung layang-layang kehilangan arah*apa deh?. Sampai akhirnya datang sebuah pencerahan yang entah darimana datangnya*wkwkwkwkwk. Kakak saya, yang sebelumnya selalu gagal untuk menemui saya karena saya yang tidak bersedia untuk ditemui sebab saya malu untuk bertemu dengan kakak saya yang cemerlang itu, datang untuk kesekian kalinya dan mencoba menangkan saya yang tengah kalut. Kali itu saya luluh*sebenarnya karena saya lapar setelah beberapa hari lupa makan. Dia tahu yang saya mau. Siomay Cantel. Di sana, kakak saya tiba-tiba, tanpa pernah saya duga sebelumnya, berkata bahwa tuhan selalu punya rencana yang indah untuk makhluknya.*saya bingung, kakak saya biasanya diam dan tidak banyak bicara. Dan rencana tuhan tidak pernah sama bagi setiap orang, walaupun mereka dilahirkan dari rahim yang sama. Kakak-kakak saya telah berada pada jalan takdirnya masing-masing. Dan saya juga, telah berada pada jalan takdir saya sendiri. Walaupun mungkin bukan berada pada jalan yang saya ataupun orang lain inginkan, tapi pasti itu adalah jalan yang terbaik yang tuhan rencanakan untuk saya. Selalu ada rahasia dalam garis hidup setiap orang. Jangan pernah menjadikan prestasi kakak-kakak saya sebagai beban yang harus saya pikul. Melihat dan meneladani itu boleh, tapi tidak untuk dijadikan beban. Percayalah bahwa setiap orang memang diciptakan berbeda, dengan takdir yang berbeda. Apa yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut tuhan. Ikhlaskan saja. Selalu ada hasil terbaik untuk usaha terbaik. Masih ada besok dan besok lagi. Hari ini bukan akhir. Ikhlas. Hanya itu kuncinya. Ah. Kakak saya yang satu ini memang paling tahu bagaimana caranya membuat saya merasa nyaman, dan dihargai.
Pada akhirnya, ternyata saya terdampar di tempat ini sekarang adalah juga berkat suntikan spirit dari kakak saya tersebut. Bila saya masih tetap terpuruk seperti waktu dulu, saat ini saya entah sedang berada di mana. Mungkin bukan di tempat saya berada sekarang. Kakak saya benar. Mungkin saya memang berbeda dengan kakak-kakak saya yang lain. Tapi, menjadi berbeda itu bukan masalah besar. Saya hanya perlu memahami bahwa berbeda itu memang seharusnya, dan perbedaan ada bukan untuk diperbandingkan.
Adikku sayang, maaf saya tidak bisa selalu ada di dekat kamu saat kamu, mungkin, sedang merasa jatuh. Maaf karena saya tidak bisa menjadi seperti kakak-kakak yang lain yang selalu bisa memberikan rasa nyaman pada adik-adiknya. Maaf. Seperti yang pernah mas rosyid bilang, setiap orang punya jalan takdirnya masing-masing dan selalu berbeda, walaupun dilahirkan dari rahim yang sama. Saya, kamu, dan yang lain punya jalan takdir yang berbeda. Mungkin yang sekarang ini memang belum rejeki kamu. Apapun yang mungkin ibu dan bapak katakan, sesungguhnya hanya satu bentuk kekhawatiran saja sebagai wujud dari sayang mereka. Bukan berarti mereka tidak percaya atau sedang menjatuhkan kamu. Mereka hanya mengharapkan selalu yang terbaik untuk kamu. Yang mereka tunjukkan dengan cara mereka sendiri. Jangan jadikan kami atau siapapun sebagai beban. Kamu tidak perlu menjadi seperti kami, karena kamu memang bukan kami. Kamu ya kamu, dengan segala apa yang ada sama kamu. Tunjukkan saja yang terbaik dari kamu. Jangan kemudian menjadi terpuruk. Kata orang, banyak jalan menuju Roma kan? Pastinya juga banyak jalan untuk membuktikan bahwa kamu bisa. Tidak perlu lewat jalan yang sama dengan yang lain. Temukan saja jalan kamu sendiri. Dengan cara kamu sendiri. Tidak perlu terpaku pada jalan orang lain. Kamu pasti bisa menemukan jalan kamu sendiri. Jalan yang berbeda dan istimewa. Oke???
6 komentar:
waaaaah ummu...
aku suka deh dengan postingan kamuuu...
emang sedih banget ya muuu kalo liat orang tua kecewa sama kita. huhuhuhu
aduh aku jadi syedih dan takut memikirkan masa depan setahun ke depan dan seterusnya.
kadang kalo lg gini sadar, beuh usaha menggebu2 ga pengen ngecewain orangtua. tp kadang cuma sebatas wacana, hilang begitu aja.
dan kesel deh ya kalo begitu, tp tetep aja masih aja susah untuk berubah.
semoga setahun kedepan kita mendapatkan hasil memuaskan dan bisa bikin orangtua kita bangga ya muuu... Amiiiin. ^o^
hai ummu :D
dulu pernah diceritain lw mu tentang ini pas MSDM pas mami tiara yang ngajar.
"cEmaN9aDh" ya mu...
there is a will there is a way mu.
create your dream mu, and try to achieve it.
gw sering mu dipanggil bodoh (bukan sama bonyok). sedih setiap kali dipanggil atau dianggap bodoh. selalu nangis gw kalau dipanggil bodoh.
siapa yang mau jadi bodoh?
semagat ya mu, cari mimpi mu ya. PASTI BISA!!
salah satu mimpi gw "penghasilan berlebih". ahahaha
sminnn
hai mia...
terima kasih atas partisipasi anda dalam program ini.semoga anda beruntung dan senantiasa bahagia dan bisa membahagiakan orang-orang yang anda cintai, terlebih orangtua anda. percayalah bahwa segala sesuatu yang tuhan ciptakan di dunia ini pasti memiliki guna dan manfaat.*hahaha.gak ngerti mau comment apa gw...hehehe
hai vidya...
terima kasih atas partisipasi anda dalam program ini.semoga anda beruntung dan harapan anda tentang "penghasilan berlebih" tidak berakhir hanya sebagai harapan saja.
sukses selalu kepada anda berdua sodara-sodaraku. doa saya selau menyertai anda.
i love you.
always.
^_^ pissss...
seperti kata Ranchodas Chancad:
ALL IS WELL...
Posting Komentar