Sabtu, 06 Februari 2010

hati apa kabar hati???

-->
Senin, 14 Desember 2009
16.31 waktu saya.

Hati apa kabar hati?
Dimana, sedang apa, dan bagaimanakah kamu sekarang?
Saya rindu.
Akhir-akhir ini saya sedang mulai bertanya pada diri saya sendiri.
Perasaan apa yang sebenarnya saya punya buat kamu?
Apa itu namanya?
Suka, sayang, cinta, atau… obsesi?
Saya tidak tau pasti arti dari keempat nama tersebut.
Tapi, saya rasa perbedaan keempat nama tersebut sangatlah tipis sekali.
Seorang teman pernah berkata, kalau saya mungkin hanya sekedar suka kamu. Saya tergila-gila sama kamu karena kamu ada tidak jauh dari jangkauan mata saya. Saya terlalu sering bertemu kamu. Jadi, mungkin bila kamu jauh dari jangkauan mata saya dan kita tidak pernah bertemu, rasa yang saya punya buat kamu juga akan menguap dengan sendirinya.
Seorang teman yang lain bilang mungkin saya cinta mati sama kamu. Ah. Apa itu cinta? Apa lagi itu cinta mati? Saya harus jatuh cinta lalu saya harus mati? Ah. Saya tidak tau apa itu artinya.
Seorang teman yang lain lagi bilang mungkin saya ter-“obsesi” sama kamu. Katanya saya tergila-gila sama kamu saat kamu “dingin” sama saya. Tapi saat kamu mulai “lumer”, saya tidak lagi “gila” sama kamu.
Entahlah.
Saya rasa saya sayang sama kamu.
Bukan sekedar suka. Karena ternyata berminggu-minggu saya tidak melihat kamu, saya semakin rindu, bukannya lupa, dan malah semakin menggebu-gebu.
Bukan juga cinta. Karena tidak ada keinginan, atau lebih tepatnya “tidak berani untuk ingin”, untuk memiliki kamu. Hmm. Entah itu bisa jadi alasan atau tidak. Tapi saya rasa hati tidak butuh alasan untuk masalah hati.
Dan bukan obsesi. Karena… entahlah. Hanya saja saya rasa bukan itu namanya. Bukan obsesi.
Saya rasa saya sayang kamu.
Kenapa “saya rasa”? karena yang berperan di sini adalah hati saya, bukan otak. Saya pernah mencoba memakai otak untuk memainkan peran hati saya. Tapi ternyata tidak bisa. Seringkali otak saya bertentangan dengan hati saya. Hati tidak bisa diajak berpikir logis. Karena hati tidak punya otak.
Hmm. Saya rasa sayang kamu. Karena… entahlah. Saya rasa nama itu mungkin lebih tepat untuk menjelaskan perasaan yang saya punya buat kamu.
Saya bahagia melihat kamu bahagia. Walaupun kamu bahagia bersama wanita lain dan ada ngilu yang saya rasakan di hati saya, tapi saya bahagia melihat kamu bahagia. Meskipun saya juga sakit melihat kamu berduka.
Kenapa ya?
Ah entahlah.
Entah suka, entah sayang, entah apapun itu namanya. Saya hanya ingin melihat kamu tertawa, merasa bahagia saat kamu bahagia, dan kalau diijinkan saya ingin bisa memikul sedikit beban yang kamu pikul saat kamu merasa berat.
Sederhana.
Tapi saya rasa yang “sederhana” itu menjangkar begitu dalam di hati saya.
-Semoga kebaikan selalu menaungi kamu dimanapun kamu berada-

Tidak ada komentar: